Sengketa Pilkades di Empat Desa, Kadis PMD : Bila Diperlukan, Ahli Dilibatkan

Daerah
Bagikan

Bupati Majene Fahmi Massiara bersama Kadis PMD Andi Amriana Chairani, ketua Komisi I DPRD Majene ketika memantau proses Pilkades beberapa waktu lalu.

SULBAR99.COM-MAJENE, Sengketa Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di empat desa pada pilkades serentak Kabupaten Majene tanggal 21 November 2019 lalu semakin menggelinding. Terakhir, sejumlah massa yang mengatasnamakan AMPD berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Majene menuntut agar sengketa Pilkades segera dituntaskan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Majene Andi Amriana Chairani yang dihubungi via telepon, Senin (1/12/2019) mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan rapat pendalaman terkait sengketa Pilkades tersebut.

“Besok (Selasa) kami akan kembali melakukan rapat pendalaman dengan tim Kabupaten,” ujar Amriana.

BACA JUGA  Empat jam Lebih Sandeq Cahaya Mandar Capai Finish Pertama di Majene

Kadis PMD itu menambahkan, sebelumnya telah dilakukan rapat pertama membahas sengketa pilkades di empat desa tersebut, namun pembahasannya masih secara umum.

Keempat desa yang sengketa tersebut yaitu Desa Tammeroddo, Desa Sendana, Desa Lalatedzong dan desa Tubo Selatan. “Keempat desa itu bervariasi persoalannya, diantaranya ada yang minta pembatalan surat suara yang dianggap tidak sah,” ungkap Amriana.

Ketika disinggung apakah persoalan keempat desa ini bisa diputuskan untuk perhitungan suara ulang atau bahkan pemilihan ulang, dirinya menjawab bahwa belum bisa memastikan apakah perhitungan ulang atau tidak. “Belum bisa dipastikan, kita harus rapat dulu dengan Kabag Hukum, Kabag Pemerintahan, kalau perlu Ahli dilibatkan untuk menyelesaikan sengketa pilkades ini,” ujarnya.

BACA JUGA  NU Majene Gelar Konferensi Cabang Masa Khidmat 2019-2024

Ketika disinggung lagi apakah komisi I DPRD juga akan dilibatkan dalam proses penyelesaian sengketa Pilkades, Amriana belum bisa memastikan.” Nanti dilihat, dibahas dulu bersama Tim Kabupaten,” pungkas Amriana. (wan)

Editor : Idham


Bagikan