Komisi I DPRD Majene Berencana Undang Dinas PMD Terkait Program Marasa

Dokter Menjawab
Bagikan

Napirman, paling depan, ketua Komisi I DPRD kabupaten Majene

SULBAR99.COM-MAJENE, Program Marasa merupakan program prioritas pemerintah Sulbar yang bertujuan untuk percepatan perubahan status desa dari desa tertinggal/sangat tertinggal menjadi sebuah desa yang maju dan mandiri.

Terdapat dua jenis kegiatan dalam program tersebut, yaitu program fisik seperti peningkatan jalan desa, jalan tani, drainase, pembangunan gedung PAUD, perpustakan desa, poskesdes, sanitasi dan sebagainya.

Sementara untuk program non fisik seperti kegiatan pelatihan di bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi, pelatihan permodalan UKM dan lain-lain.

BACA JUGA  Gigi Menguning, Sela-sela Gigi Berkarat

Berdasarkan informasi yang diperoleh sulbar99, sejumlah masyarakat meminta peninjauan kembali beberapa desa yang ditunjuk sebagai penerima program marasa karena dianggap tidak tepat sasaran untuk mendapatkan program Marasa dari pemprov Sulbar tersebut.

Dihubungi Kamis (21/11/2019), Ketua Komisi I DPRD Majene Napirman berencana mengundang Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) untuk rapat dengan komisi I DPRD membicarakan tentang program Marasa.

“Kami rencanakan mengundang Dinas PMD sejauh mana data di lapangan, apakah sudah tepat sasaran,” ujar Napirman.

BACA JUGA  Penggunaan Perfect Teeth

Jika nantinya, lanjut Napirman, ada desa yang tidak siap dan tidak memenuhi kriteria, maka harus direkomendasikan untuk diganti. “Program pemerintah harus tepat sasaran, jika dari awal ada kesalahan, maka program tidak akan berjalan maksimal. Kami akan rekomendasikan untuk mengganti desa tersebut,” ujar Napirman.

Sementara itu, salah seorang kepala desa, Nuruddin, yang desanya tidak masuk dalam program marasa menyebutkan, berdasarkan Indeks Desa Membangun, desa yang masuk program marasa adalah desa dengan kategori tertinggal.

BACA JUGA  Konsultasi Kesehatan Gigi dan Gusi

“Rata-rata yang kena program marasa ini adalah desa pemekaran, sama dengan saya (desaku),” ujar Nuruddin. (wan)


Bagikan