BBM Jenis Solar di Majene Sejak Sepekan Langka

Daerah
Bagikan

BBM jenis solar langka di Majene, kendaraan antre setiap hari di SPBU, kelurahan Lembang, kecamatan Banggae Timur. (foto: Alimukhtar)

SULBAR99.COM-MAJENE,Sejak sepekan terakhir ini, kelangkaan bbm jenis solar bersubsidi terjadi kelangkaan disejumlah SPBU di jalur lintas Sulawesi Barat,  dalam wilayah  Majene. Bagi SPBU yang masih memiliki stock penjualan,  kini mengalami antrean panjang kendaraan, salah satunya di SPBU kelurahan Lembang,  kecamatan Banggae Timur, Sabtu (16/11).

Dari pantauan di SPBU kelurahan Lembang, sejak pagi  nampak antrean kendaraan truk yang cukup panjang hingga mengular ke jalur protokol. di SPBU ini masih memiliki stok penjualan namun persediaannya sudah sangat menipis.

Akibat kelangkaan BBM jenis solar ini,  para sopir truk resah, mereka mengeluh karena setiap hari harus antre berjam-jam lamanya untuk mengisi BBM jenis solar, akibatnya pendapatan menurun karena waktu yang digunakan hanya habis digunakan antre.

BACA JUGA  BBM Jenis Solar Langka, Rejeki Bagi Penjual Kue Keliling di Sekitar SPBU Rangas

Salah seorang sopir truk, Ayyub mengatakan pemandangan seperti ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir di semua SPBU di Majene, untuk mendapatkan BBM jenis solar ia rela antre berjam-jam lamanya, bahkan ada yang menunggu sejak dinihari.

“Tiap hari kami selalu antre untuk mendapatkan solar, bahkan berjam-jam lamanya, dan terkadang juga kami tidak kebagian karena solar cepat habis. Olehnya itu kami berharap kepada pemerintah agar persoalan ini cepat diatasi, para sopir resah,”ungkap Ayyub, Sabtu (16/11), disela-sela antrean BBM.

BACA JUGA  Pasok Solar Untuk Nelayan, Pemerintah Majene Bangun SPDN
Jerigen pun ikut antri di SPBU.

Sementara itu untuk mengantisipasi antrean lebih panjang,  pihak SPBU yang masih memiliki stok penjualan, terpaksa membatasi pembelian solar 250 ribu per kendaraan untuk semua jenis kendaraan.

“Saya juga tidak tahu apa sebabnya sampai antre kendaraan setiap hari, padahal stok bbm jenis solar disini setiap hari juga masuk sebanyak 8.000 kilo liter. Untuk mengantisipasi terjadinya antrean lebih panjang, terpaksa saya membatasi pembelian, kemudian kalau nelayan tetap dilayani dengan syarat membawa kartu nelayan, itupun kita juga batasi hanya dua jerigen,”sebut Hasan Basri, pengelola SPBU di kelurahan Lembang.(Ali)

BACA JUGA  Karhutla, Gardu Induk PLN Majene Hampir Terbakar

Bagikan