PERUBAHAN MENDASAR KE ARAH ISLAM

Opini dan Feature

Oleh: Yozii Asy Syarifah

Pada awal diutusnya Rasulullah SAW untuk menyampaikan Islam, beberapa orang mengikuti beliau dan merekapun memeluk Islam. Mereka berasal dari berbagai kalangan, anak-anak, orang dewasa sampai orang tua, dari budak sampai mereka yang merdeka. Rasulullah dan para sahabat menyebarkan Islam diMakkah hingga ke Madina, sampai Islam pun menjadi perbincangan disetiap rumah-rumah mereka. Perubahan mendasar terjadi pada kehidupan masyarakat yang ada di makkah. Rasulullah menyampaikan syariat Islam secara menyeluruh, mengubah kepercayaan penduduk makkah, mengarahkan penyembahan hanya kepada Allah bukan kepada latta dan Uzza, sampai kepada tatanan perekonomian pun diarahkan sesuai dengan tuntunan syariat.

Islam sejak awal diturunkannya memang terarah pada penerapan secara menyeluruh. Seperti itulah Allah memerintahkan kita untuk mengambil islam secara keseluruhan tanpa tapi, tanpa nanti. Sebagaimana Firman Allah SWT:
“Wahai orang yang beriman, masuklah kamu semua ke dalam Islam secara kaffah dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kalian,” (Surat Al-Baqarah ayat 208).

BACA JUGA  KOMUNIS DAN LGBT DIKAJI, SYARIAT ISLAM DIBUNGKAM

Sungguh sangat disayangkan, saat ini kita mendapati kaum muslim tidak menggunakan indentitasnya sebagai muslim sejati yang taat syariat. Kaum muslim tidak berhukum dengan hukum Islam bahkan takut kepada penerapan syariat Islam . Lihat saja ketika kaum muslim berbicara tentang islam maka akan dimata-matai, anak SMA yang berfoto menggunakan bendera tauhid dituduh makar, ustadz menyampaikan islam sacara tegas dituduh ustadz garis keras, ulamanya dipersekusi, cadar dan celana cingkrangpun dianggap berbahaya.

Ketika kaum muslim tidak menjadikan islam sebagai landasan berpikir dalam kehidupan. Maka dalam mengambil tindakan akan nampak banyak pelanggaran yang merusak dirinya sampai menciderai agamanya. Tidak heran saat ini kita melihat kerusakan dimana-mana, perempuan yang aborsi dianggap masalah biasa, suami membunuh istri menjadi berita biasa ditelevisi, guru yang menasehati anak muridnya malah dilaporkan, bahkan ada guru yang dibunuh lantaran menegur siswanya yang merokok dan itulah faktanya sistem hari ini. Inilah yang terjadi ketika agama dipisahkan dari kehidupan, agama hanya digunakan dalam peribadatan semata dan tidak digunakan pengatur dalam semua lini kehidupan.

BACA JUGA  Bahaya Sekulerisme Bagi Generasi

Wajar jika permasalahan yang ada tidak kunjung terselesaikan malah semakin bertambah. Rasa-rasanya sangat tidak pantas untuk mempertahankan sistem sekuler kapitalis apatah lagi memperjuangkannya, sebab kita meyakini bahwa sistem tersebut bukan berasal dari sang pencipta Alam semesta.

Maka sudah saatnya kita kembali kepada sistem Islam yang berasal dari Allah SWT pemilik alam semesta, bukan sistem sekuler kapitalis yang yang memberikan ruang pada manusia untuk membuat sebuah aturan. Karena sejatinya hukum yang bukan dari Allah pastilah tidak akan membawa kebaikan dan kebahagiaan, buktinya presiden berganti, mentri berganti tidak kunjung membawa perubahan sebab bukan karena presiden yang tidak mampu membawa perubahan namun dikarena sistem yang dijalankan memang rusak. Tanaman saja bila akarnya sudah tidak baik lagi maka batang tangkai hingga daun pohon tersebut tidak akan tumbuh dengan baik, bahkan bisa mati. Sama halnya dalam mengurusi ummat jika sistemnya baik maka dalam mengatur urusan ummat Insya Allah akan baik karena aturan yang dijalankan berasal dari yang maha tau yaitu Allah SWT.

BACA JUGA  Diskusi Lingkungan TADABBUR ALAM

Islam adalah agama yang sempurna, dengan penerapan islam maka akan tercipta perubahan mendasar yang kelak akan membangun peradaban yang agung dan gemilang. Sistem yang didalamnya terdapat aturan yang sempurna, tidak hanya mengatur urusan ibadah mahdho melainkan seluruh permasalahan mampu dipecahkan dalam Islam mulai dari bangun tidur sampai membangun Negara. Jika Islam yang bila diterapkan maka tidak hanya memberikan kamanan kepada kaum muslim tetapi juga non muslim, tidak hanya mengurusi kepentingan kaum muslim tetapi non Muslimpun akan diperlakukan sama.