Usaha Pertamini Semakin Menjamur di Majene, Kapolda Surati Bupati

Daerah
Bagikan

PERTAMINI. Salah satu pertamini yang ada di Majene. (Foto : Ali Muhtar)

SULBAR99.COM-MAJENE–Semakin menjamurnya para pengusaha yang menggunakan pertamini di sejumlah daerah di Sulawesi Barat, termasuk di Majene menjadi perhatian Kapolda Sulawesi Barat, Brigjen Baharuddin Djafar.

Melalui surat yang dikirim kepada seluruh bupati se-Sulawesi Barat brigjen Baharuddin Djafar minta agar seluruh bupati dapat mengambil langkah strategis untuk mengantisipasi maraknya usaha pertamini yang ada diwilayahnya masing-masing.

Kepala badan kesbangpol Majene Rustam Rauf ditemui diruang kerjanya,
Senin (5/8/2019) membenarkan adanya surat dari Kapolda Sulbar yang dikirim
kepada bupati Majene, tentang maraknya usaha pertamini di wilayah
Sulbar, termasuk di Majene.

“Iya benar kemarin kami menerima surat dari pak kapolda, yang ditujukan kepada seluruh bupati di wilayah sulawesi barat, tertanggal 30 Juli 2019,  termasuk juga bupati Majene yang dikirimi surat,”kata
Rustam Rauf.

BACA JUGA  Upacara HUT Bhayangkara ke-73 Dipusatkan di Lapangan Betteng Pamboang

Menurut Rustam Rauf, isi surat yang dikirim kapolda Sulbar menyampaikan, bahwa pekembangan kepemilikan pertamini yang menyalurkan BBM sangat pesat yang diduga tidak mempunyai legalitas.

“Dalam suratnya pak kapolda menyampaikan, ada informasi masyarakat di Mamuju, terkait dengan semakin maraknya mesin pengisian BBM  melalui
pertamini, dan seringnya terjadi antrian panjang di SPBU,”ungkap Rustam.

Rustam juga mengatakan, sehubungan adanya surat dari kapolda Sulbar, pihak pemerintah kabupaten Majene, melalui Kesbangpol akan mengundang seluruh pemilik pertamini untuk melakukan pertemuan.

“Tadi kami sudah melaksanakan rapat intern bersama sejumlah OPD
terkait, dan rencana besok juga kami akan mengundang seluruh pengusaha pertamini, termasuk pengusaha pertamina, selanjutnya pemda akan
membentuk tim khusus, termasuk Satpol PP untuk melakukan pemantauan, ”tandasnya.

BACA JUGA  Pembangunan Gedung Rawat Inap RSUD Majene Anggaran Rp15,8 Miliar Terlambat.

Terpisah kepala dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu
(DPM-PTSP) Majene Busri Kamedi dikonfirmasi, senin (5/8/2019) terkait
perizinan usaha pertamini di Majene, ia mengaku belum pernah mengeluarkan izin usaha pertamini.

“Selama ini kami tidak pernah mengeluarkan izin, baik usaha pertamini
maupun izin penjual eceran BBM, karena itu bukan kewenangan kami untuk
memberikan izin, kita tidak berani, apalagi yang dijual adalah BBM
bersubsidi, hanya saja yang berhak melakukan pemantauan adalah piahk
kepolisian, termasuk juga Satpol PP terkait izin usahanya,”kata Busri. (Ali).

BACA JUGA  Gagalkan Percobaan Bunuh Diri, Kasat Reskrim Polres Majene Terima Penghargaan

Bagikan