Lagi, Tim JPU Kejari Wajo Kembali Menangkap Terpidana Kasus Perbankan

Anti Korupsi
TERPIDANA. Kasus Perbankan BPR Handayani Siwa Ditangkap di Makassar. ( foto : fb Kejati Sulsel)

SULBAR99.COM- Tim Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Wajo menangkap terpidana kasus Perbankan BPR Handayani Wajo DR. H. Moh. Alifuddin, MM di depan Kampus Stimik Handayani, Jl. Adhyaksa Baru Makassar, Selasa (25/6/2019). Terpidana ditangkap setelah putusan Mahkamah Agung tanggal 20 November 2017 dan menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa  tiga Tahun dan denda sebesar Rp5Milyar subsidair tiga bulan kurungan.

Sekadar diketahui, DR. Alifuddin adalah komisaris PT. BPR Handayani Siwa bersama dengan Muhammad Arfah, SH sebagai direktur Utama PT. BPR handayani Siwa. Keduanya dijerat pasal 49 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan. BPR Handayani Cipta Sejahtera berada dalam pengawasan khusus oleh  Bank Indonesia sehingga dilarang menghimpun dan menyalurkan dana, namun para terdakwa tidak mentaati larangan tersebut dan tetap melaksanakan penghimpunan dana pada periode September 2009 sampai dengan April 2010.

BACA JUGA  Mendagri Pertegas Batas Akhir Pemecatan PNS Korupsi Hingga 31 Mei 2019

Akibatnya, Kedua terdakwa tersebut dituntut didepan hukum oleh Tim JPU kejaksaan di Pengadilan Negeri Wajo. Bahkan tuntutan Jaksa kepada kedua terdakwa tersebut adalah lima tahun penjara dan denda senilai Rp5milyar. Sebelumnya Pengadilan Tinggi Makassar menguatkan putusan pengadilan Negeri Sengkang tanggal 27 januari 2016. Terpidana DR. Alifuddin saat ini dibawa ke Rutan Kelas II B Sengkang Kabupaten Wajo untuk menjalankan hukumannya oleh Tim JPU Kejari Wajo. Sumber FB Kejati Sulsel, Putusan MA Nomor 196 K/Pidsus/2017. (IH)

BACA JUGA  KAM Minta Kejati Sulsel Usut Proyek Jalan Yang Bermasalah di Majene