Seorang ASN dan Rekanan di Mamuju Utara Ditahan Terkait dugaan Korupsi Bantuan Budidaya Benih Padi. Indikasi Kerugian Negara sebesar Rp551juta Lebih

Anti Korupsi
KORUPSI BENIH PADI. Seorang ASN ditahan karena diduga korupsi bantuan benih padi. (Ist)

SULBAR99.COM-PASANGKAYU-Seorang Aparatur Sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Mamuju Utara berinisial MA dan seorang Rekanan berinisial WG selaku Direktur Utama UD Karya Mandiri resmi ditahan selama 20 hari kedepan oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Mamuju Utara, Jumat (21/6/2019).

Dua orang terdakwa tersebut diduga melakukan tindak pidana korupsi pada kegiatan Bantuan Budidaya Benih Padi Produktivitas dan Benih Padi Perluasan pada Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Mamuju Utara Sulawesi Barat. Akibat perbuatannya, negara terindikasi mengalami kerugian sebesar Rp551.237.500.

BACA JUGA  Cegah Penyalahgunaan Dana, BPKP Sulbar Buka Pengaduan Melalui Aplikasi

MA, salah seorang ASN diduga berperan penting dalam proses pendistribusian benih kepada kelompok tani, sedangkan WG, pihak yang ditunjuk sebagai rekanan dalam pelaksanaan kegiatan bantuan budidaya benih padi tersebut merupakan Direktur Utama dari perusahaan UD. Karya Mandiri yang diduga menyalahi kontrak pekerjaan sehingga akibat perbuatannya, negara terindikasi mengalam kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Hal ini berdasarkan unggahan dari akun facebook resmi milik Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan bahwa dua pelaku korupsi di Pasangkayu resmi ditahan Tim Penyidik dari Kejari Mamuju Utara.”Tim penyidik Kejari Pasangkayu Resmi menahan dua pelaku korupsi pada hari Jumat tanggal 21 Juni 2019,” Ungkap akun tersebut seraya menyebutkan bahwa dua pelaku korupsi tersebut berinisial MA yang merupakan ASN dan WG yang merupakan Pihak Swasta selaku rekanan kegiatan Bantuan Budidaya Benih padi tersebut. (IH)

BACA JUGA  Bupati dan Sekda Terancam Dipecat, Jika Tetap Pertahankan ASN Mantan Tipikor