Parah, Pengemis Dadakan Padati Parkiran Bank dan Meresahkan

Daerah
MENGAYUH BECAK. Seorang tukang becak bekerja mengayuh becaknya, bukan menjadi pengemis dadakan yang meresahkan masyarakat. (Foto : idham)

Sulbar99.com. Pengemis dadakan dalam bulan suci ramadan ini semakin merajalela. Para pengemis dadakan ini umumnya berprofesi sebagai tukang becak dengan menutupi wajahnya sehingga tidak dikenali oleh masyarakat. Seperti yang terlihat di parkiran Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Majene, Pengguna mobil ketika hendak pulang setelah bertransaksi di bank dikerumuni sejumlah pengemis dadakan, Rabu (15/5/2019).

Seperti yang dituturkan salah seorang warga, Lauda. Dirinya merasa sangat terganggu ketika hendak naik mobil di parkiran Bank. Sejumlah pengemis dadakan yang umumnya berprofesi sebagai tukang becak mengerumuninya. “Mungkin jumlahnya ada sekitar enam sampai tujuh orang dan mereka memaksa dengan bersandar dikaca mobil sambil meminta uang sedekah,” Ujarnya.

BACA JUGA  Dianggap Ilegal, Dinas Perdagangan Tak Melayani Tera Pertamini

Lauda tidak begitu saja memberi uang kepada sejumlah pengemis dadakan karena dirinya berfikir para pengemis dadakan ini badannya masih sangat kekar dan sehat sehingga masih kuat untuk bekerja tanpa harus mengemis. “Saya hanya kasih satu orang saja, tapi teman lainnya ngotot sampai menggedor kaca mobil,” Lanjut Lauda seraya menceritakan dirinya langsung saja tancap gas mobil daripada dikerumuni pengemis dadakan yang berbadan kekar.

BACA JUGA  Distanak Launching Revolusi Hijau di Bukit Teletabis

Lauda menambahkan bahwa ini harus menjadi perhatian pemerintah setempat, pasalnya para pengemis dadakan ini sudah bisa dikategorikan mengganggu kenyamanan umum.” Saya sempat merasa takut kalau tidak diberikan uang, nanti mobil jadi sasarannya dengan mencoret coret mobil,” Ungkap Lauda. (IH)